Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Kamera pun di "Perkosa"
| Abjad Pertama Judul Tulisan |
12 16 |
As-Sabt, 25 Dhul Qada 1427 H - 00:08:36
oleh: Idham P 171 TL |
Istirahat sejenak, kami naik kepunggungan dengan keterjalan 80 derajat lagi. Saya sudah kelelahan. Diatas punggungan itu sudah ada tim Brimob yang duluan naik menunggu. Saat itulah ku lihat bangkai helikopter tertidur miring di pinggir jurang di selimuti kabut gunung. Baling-balingnya hancur dan tersebar. Aku terpana berkacak pinggang.
Aku disambut oleh salah seorang personil Brimob dengan setengah botol Aqua dan satu kepal roti tawar. Karena kelelahan dan kelaparan ku lahap habis roti tersebut. Tenaga saya kembali pulih.
Aku langsung mengeluarkan senjataku, sebuah Panasonic MD 9000. Sejenak Ku amati medan, tak mau ambil resiko. Bagaimana tidak, jurang di sebelah kanan tempat ku berdiri sedalam 750 meter dan saat itu tak tampak dasarnya karena kabut. Saat itu personil tim sibuk bersitungkin mengeluarkan mayat.Untuk membuka pintu heli yang terkunci, mereka terpaksa memakai kayu panjang. Golok pun dipergunakan. Sedangkan yang lain sibuk menyiapkan ponco. Bau avtur menyebar kemana-mana. Momen ini sungguh bagus.
Aku hidupkan kamera kesayangan ini, "Alamaaak... Ngadat lagi..." kamera tercinta ini minta reset. Setelah ku reset gak mau juga, minta reset lagi. Kejadian ini sampai tujuh kali. Aku mulai panik. Bagaimana tidak, jika gagal mengambil momen penting ini, sangat rugi. Sementara teman-teman lain sudah mulai. Kabut semakin membubung dan tebal. Dingin mulai menyerang badan ini.Dalam keadaan panik itu, ku matikan kamera sejenak, dengan marah ku tabok pantat kamera, tempat kasetnya serta di beberapa tempat selama tiga menit. Personil Brimob heran melihat aku menghajar MD 9000 Panasonic ini habis-habisan. Tadi di jalan diselamatkan bagaikan istri, sekarang di tabokin dengan sadis.
Puas menghajarnya, kembali ku hidupkan sambil berdoa dan ternyata hidup. Tanpa buang waktu ku ambil proses evakuasi. Saat itu mayat pertama berhasil dikeluarkan. Ternyata mayat temanku, Erman Tasrial, wartawan Siggalang dan ketua Forum Wartawan Unit Polri Sumbar. Aku tersentak dan berusaha tabah setabahnya. Setenang mungkin ku ambil gambar evakuasi Erman Tasrial alias Atai ketika dikeluarkan, Kemudian dibungkus dengan ponco.Aku pindah kebagian depan pesawat mengambil gambar. Baling-baling heli ku lihat berserakan. Satu pohon tumbang karena ditabrak heli ini. Aku melihat dua bunga Rafflesia Arnoldi mekar dan satu lagi daunnya patah. Iseng ku ambil gambar bunga langka ini. Satu persatu mayat para korban dikeluarkan. Tim evakuasi kerja ekstra keras dan mengupak pintu heli agar korban bisa dikeluarkan. Gambar yang diambil terasa sudah cukup, kawan-kawan lain juga sudah berhenti dan duduk diantara personil Brimob lain yang kedinginan. Hujan sangat lebat.
Saat sibuk menikmati dinginnya hujan, tiba-tiba datang satu personil TNI AU yang diantar oleh penduduk lokal yag biasa merambah hutan. Jumlah mereka sekitar dua belas orang. Mereka kami salami dan saling berkenalan. Kami berpencar dan berbagi cerita dengan personil tim SAR.Penduduk lokal tersebut buru-buru turun karena masih banyak urusan. Kami berencana turun bersama mayat yang akan dievakuasi. Diam-diam, Bonar Harahap curi star turun duluan bersama warga. Kami kehilangan dia karena pergi tanpa pamit, apalagi pesan.***
Artikel Catatan Perjalanan Lain
| Menyelam, Membuat Rumah Ikan... oleh Indrawadi Jumat 22 Desember 2006 - 15:37:02 Al-Jum'a, 1 Dhul Hijja 1427 H - 15:37:02 |
|
| Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Penyesalan Tak Berguna oleh Idham P 171 TL Sabtu 16 Desember 2006 - 00:10:22 As-Sabt, 25 Dhul Qada 1427 H - 00:10:22 |
|
| Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Kita Kompak-Kompak Ajaa Boosss... oleh Idham P 171 TL Sabtu 16 Desember 2006 - 00:09:44 As-Sabt, 25 Dhul Qada 1427 H - 00:09:44 |
|
| Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Kita Kompak-Kompak Ajaaaa... oleh Idham P 171 TL Sabtu 16 Desember 2006 - 00:04:22 As-Sabt, 25 Dhul Qada 1427 H - 00:04:22 |
|
| Tragedi MI-2+ Call Sign P-5004 Polda Sumbar oleh P 211 RG Minggu 11 September 2005 - 20:39:18 Al-Ahad, 7 Sha'ban 1426 H - 20:39:18 |
|
| Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi Rabu 29 Juni 2005 - 21:36:08 Al-Arba'a, 22 Jumada Al-Ula 1426 H - 21:36:08 |
|
| Menjelajahi Negeri Bawah Air Kota Padang oleh Indrawadi Rabu 29 Juni 2005 - 21:16:37 Al-Arba'a, 22 Jumada Al-Ula 1426 H - 21:16:37 |
|
| Gunung Talakmau (3.005 mdpl) oleh Gufron P 158 GP Sabtu 11 Juni 2005 - 21:37:14 As-Sabt, 4 Jumada Al-Ula 1426 H - 21:37:14 |
|
| Gunung Singgalang (2.877 mdpl) oleh Gufron P 158 GP Sabtu 11 Juni 2005 - 21:35:29 As-Sabt, 4 Jumada Al-Ula 1426 H - 21:35:29 |
|
| Sebuah Cerita Dari Pulau Buru oleh May Wellyansyah Jumat 29 April 2005 - 22:08:34 Al-Jum'a, 20 Rabi Al-Awwal 1426 H - 22:08:34 |




