Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Kita Kompak-Kompak Ajaaaa...

Abjad Pertama Judul Tulisan
G M S T U semuanya Daftar
12 16
As-Sabt, 25 Dhul Qada 1427 H - 00:04:22
oleh: Idham P 171 TL

Catatan perjalanan Idham Firmantara (P 171 TL), anggota Mapala Proklamator Univ. Bung Hatta yang juga reporter TV swasta Jakarta, selama mengikuti operasi SAR Heli Polda Sumbar di Bukit Sigiriak.

Sore itu, Kamis (1/9/2005) keasyikan main takraw terhenti dengan datangnya telpon yang menginformasikan bahwa satu helikopter Polda Sumbar jatuh di kawasan hutan Kayu Aro kabupaten Solok Selatan. Tidak ada informasi lain. Maka semua personil wartawan TV yang mangkal di Padang Pers Club (PPC) sibuk.

Hujan lebat seakan isyarat dunia ikut berduka atas tragedi yang menimpa kawan-kawan di kepolisian Sumbar yang selama ini menjadi mitra. Saat mobil sampai di Hutan Taman Raya (Tahura) Bung Hatta, ternyata informasi yang kami terima salah, rupanya helli naas tersebut jatuh di kawasan Tahura Bung Hatta ini.

Tanpa membuang waktu kami segera mengumpulkan informasi di tenda Posko yang sudah didirikan di pinggir jalan. Hujan turun, sesekalii berhenti diganti angin dingin hutan menusuk tulang.

Para petinggi Polda Sumbar melakukan briefing untuk merumuskan stragegi operasi pencarian dan penyelamatan. Diputuskan malam itu juga memberangkatkan satu tim Brimob masuk kewasan hutan, tepatnya kawasan Bukit Sigiriak yang lebat. Tujuan adalah untuk menyisir hutan serta memastikan titik jatuhnya helikopter tersebut serta identifikasi jejak yang ditinggalkan.

Langkah tegap tim Brimob dengan seragam lengkap masuk hutan membuat beberapa kamerawan dan reporter TV mengikutinya. Dari langkah tersebut seakan lokasi pasti jatuhnya heli sudah di tangan. Warga melihat tim tersebut masuk hutan dengan takjub. Diyakini, tim ini degan mudah menemukan heli naas itu.

Waktu pukul 19.40 wib, azan Isya baru saja lewat, gerimis berkawan dengan kabut yang menghantam sampai ke tulang. Tampak para kamerawan masuk hutan ikut tim ini, Rizal "Apuak" Danil (TPI), Nursyifman Tanjuang (RCTI), Afriyandi (Metro TV), Jhonedi Setiawan (Trans TV), Arset Kusnaedi (SCTV), Rinaldi Nanang (TV7), yang juga anggota Mapala Proklamator angkatan Lembang Rengat dengan nomor anggota P 165 LR, Suswinda Ningsih radio El-Shinta. Aku memutuskan tinggal di mobil sambil menunggu tim yang masuk. Teman-teman kamerawan ini seakan ikut terbawa semangat tim Brimob untuk menyisir hutan. Mereka menyangka lokasinya dekat dan medannya datar.

Aku keluar mobil dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Ternyata korban adalah lima orang anggota Polda Sumbar, jatuh dengan helikopter MI 2+ Call Sign P-5004 milik Polda Sumbar yang baru saja di beli dari Polandia, usai meninjau dan memberikan bantuan korban kebakaran Pasar Padang Aro, Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan.

Helikopter itu berisi Direktur Reskrim Kombes Pol Drs Harison Harmaini MSi, Direktur Intelkam Kombes Pol Drs Bambang Irawan, Pilot Kompol Donny Hardoyo, Kasie Identifikasi Ditreskrim AKP Jornalis Johor, Bripda Welly Permana, mekanik pesawat Ipda Asep serta wartawan Harian Singgalang Erman Tasrial. Mereka semua di yakini tewas. Inilah duka yang teramat dalam bagi keluarga besar Polda Sumbar. Apalagi saat itu, sang Kapolda Brigjend Sri Kresno Cokro Bawono sedang dirawat di Singapura karena gangguan jantung.

Aku kembali ke mobil dan berusaha tidur. Tapi tak juga mata ini bisa di pejamkan. Hujan semakin lebat. Keluarga serta kerabat korban datang, pinggir hutan semakin ramai. Aku putuskan untuk turun ke Indaruang membeli makanan buat kawan-kawan yang sedang masuk hutan agar waktu keluar nanti ada yang bisa untuk mengusir dingin.

Teman-teman tadi kelur bersama tim Brimob pad pukul 01.50 wib dinihari ditengah hujan. Masuk tegap keluar loyo. Kamera pun jadi korban keganasan hujan. Pulang selamat saja udah untung jawab mereka sambil menggigil. Ganasnya medan, punggungan bukit terjal, lembah yang dalam dan berlumut membuat tim memutuskan untuk kembali. Ternyata lokasi atau kordinat jatuhnya helikopter belum diketahui. Aku sudah maklum.

Kami balik ke markas PPC jalan Raden Saleh nomor 3 Padang. Malangnya, hujan lebat membuat kantor kesayangan ini dihantam banjir. Maka sibuklah seluruh personil mengevakuasi barang-barang. Kasurku sudah direndam banjir, buku, pakaian serta lainnya. Meja terpaksa kami jadikan tempat tidur. Keadaan betul-betul darurat. Kami istirahat dengan seadanya.



1  2  » selanjutnya

Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Kita Kompak-Kompak Ajaaaa... oleh Idham P 171 TL

Artikel Catatan Perjalanan Lain

Menyelam, Membuat Rumah Ikan...
oleh Indrawadi
Jumat 22 Desember 2006 - 15:37:02
Al-Jum'a, 1 Dhul Hijja 1427 H - 15:37:02
Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Penyesalan Tak Berguna
oleh Idham P 171 TL
Sabtu 16 Desember 2006 - 00:10:22
As-Sabt, 25 Dhul Qada 1427 H - 00:10:22
Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Kita Kompak-Kompak Ajaa Boosss...
oleh Idham P 171 TL
Sabtu 16 Desember 2006 - 00:09:44
As-Sabt, 25 Dhul Qada 1427 H - 00:09:44
Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Kamera pun di "Perkosa"
oleh Idham P 171 TL
Sabtu 16 Desember 2006 - 00:08:36
As-Sabt, 25 Dhul Qada 1427 H - 00:08:36
Tragedi MI-2+ Call Sign P-5004 Polda Sumbar
oleh P 211 RG
Minggu 11 September 2005 - 20:39:18
Al-Ahad, 7 Sha'ban 1426 H - 20:39:18
Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas
oleh Indrawadi
Rabu 29 Juni 2005 - 21:36:08
Al-Arba'a, 22 Jumada Al-Ula 1426 H - 21:36:08
Menjelajahi Negeri Bawah Air Kota Padang
oleh Indrawadi
Rabu 29 Juni 2005 - 21:16:37
Al-Arba'a, 22 Jumada Al-Ula 1426 H - 21:16:37
Gunung Talakmau (3.005 mdpl)
oleh Gufron P 158 GP
Sabtu 11 Juni 2005 - 21:37:14
As-Sabt, 4 Jumada Al-Ula 1426 H - 21:37:14
Gunung Singgalang (2.877 mdpl)
oleh Gufron P 158 GP
Sabtu 11 Juni 2005 - 21:35:29
As-Sabt, 4 Jumada Al-Ula 1426 H - 21:35:29
Sebuah Cerita Dari Pulau Buru
oleh May Wellyansyah
Jumat 29 April 2005 - 22:08:34
Al-Jum'a, 20 Rabi Al-Awwal 1426 H - 22:08:34