Tragedi MI-2+ Call Sign P-5004 Polda Sumbar
| Abjad Pertama Judul Tulisan |
09 11 |
Al-Ahad, 7 Sha'ban 1426 H - 20:39:18
oleh: P 211 RG |
Helikopter MI- 2+ Call Sign P-5004 milik Polda Sumbar buatan Polandia yang dibeli tahun 2004, jatuh di kawasan perbukitan Sigiriak Ladang Padi, Kamis 1 September 2005. Helikopter tersebut jatuh dalam penerbangan dari Solok ke padang dalam misi memantau lokasi terjadinya kebakaran di Padang Aro Kabupaten Solok Selatan.
Helikopter naas tersebut membawa 5 orang perwira terbaik dan satu orang Wartawan harian Singgalang. Mereka adalah, Ipda Asep Trihartono (24) selamat setelah mendobrak pintu Heli dan melompat keluar sebelum Heli akan jatuh, Direktur Reskrim, Kombes Pol Drs Harison Harmainy, Direktur Intelkam Kombes Pol Drs Bambang Irawan, Pilot Kompol Danny, Kasi Identifikasi Mapolda Sumbar, Akp Jurnalis Johor, anggota Reskrim Mapolda Sumbar, Bribda Welly Pramana, dan Wartawan harian Singgalang, Erman Tasrial tewas di lokasi kejadian. Ipda Asep sendiri diselamatkan penduduk setempat di anak tangga Tahura dengan kondisi kaki kanan patah dan mengalami masa kritis yang kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit M Djamil Padang untuk dilakukan perawatan intensif.
Tragedi MI-2+ Call Sign P-5004 Polda Sumbar oleh P 211 RG
Helikopter naas tersebut jatuh sekitar pukul 15.20 di bukit kecil di gunung Gadut yang berjarak 3,5 Km Horizontal dari jalan Panorama 2. Tim SAR yang dikoordinir oleh Organisasi SAR yang terbentuk dengan SC Kapolda Sumbar, SMC oleh Wakapolda Sumbar, dan OSC Sabar dari Kapoltabes Sumbar dan 13 SRU yang terdiri dari, SAR Tambang Batu bara Ombilin? Bukit Asam, Basarnas, Brimob, Pol Udara, Pol Airud, Mapala dan KPA, Rapi Sumbar dan Penduduk berhasil menemukan lokasi jatuhnya Heli pada hari jum'at pukul 4. 30 Wib. Lokasi jatuh nya Heli milik Polda Sumbar tersebut pertama kali ditemukan oleh tim Brimob Polda Sumbar setelah mendapatkan informasi dari TNI AU dan Ipda Asep, Co Pilot yang selamat dari tragedi tersebut.
Tragedi MI-2+ Call Sign P-5004 Polda Sumbar oleh P 211 RG
Tim SAR Mapala Proklamator sendiri baru tiba dilokasi pada tanggal 2 September 2005 pada pukul 5.30. Pada saat itu Evakuasi tengah dilakukan dengan menggunakan Helikopter dari TNI AU, yang akhirnya gagal dikarenakan cuaca yang buruk. Evakuasi korban pun terpaksa dilakukan melalui jalan darat, setelah melapor ke posko induk kami menghimpun data dan melakukan koordinasi dengan SMC. Hasil koordinasi tidak membuahkan hasil dikarenakan sangat tertutupnya informasi dari pihak Aparat ke instansi lain yang terkait, mereka menganggap SAR kali ini sangat Intern sampai-sampai ploting peta lokasi jatuhnya Heli tersebut di rahasiakan. Mestikah mereka merahasiakan misi penyelamatan yang berhubungan dengan kemanusiaan tersebut atau ada semacam rahasia yang tidak perlu diketahui oleh instansi lain yang terkait dalam struktur SAR? Semua itu terus menjadi pertanyaan kami. Lantas bagaimana sikap dari kelompok pecinta alam yang hanya diperbantukan bila pihak aparat membutuhkan? padahal mereka juga memahami apa dan bagaimana SAR tersebut dilakukan dilapangan, haruskah kita yang tergabung dalam organisasi mahasiswa pecinta alam dan kelompok? pecinta alam selalu dianggap tidak penting oleh Aparat di lapangan?
Tragedi MI-2+ Call Sign P-5004 Polda Sumbar oleh P 211 RG
Tim SAR Mapala Proklamator yang bergabung dengan Tim SAR PT BA Ombilin dan Sekber Pecinta Alam Sumbar sendiri sempat melakukan evakuasi korban pada jum'at malam pukul 21.13 Wib, itu pun setelah pihak aparat meminta bantuan, Tim tiba dilokasi penjemputan pada pukul 22.45, setelah beberapa jam menunggu tim akhirnya memutuskan kembali ke posko induk hal tersebut disebabkan karena komunikasi yang kurang dan informasi titik penjemputan yang diberikan tidak jelas padahal informasi dari pihak Aparat bahwa ponco tiba di lokasi penjemputan di bibir sungai tangga seribu tahura diperkirakan 2 jam paling lambat setelah kami tiba tetapi kenyataannya sampai pukul 13.30 Tim evakuasi yang membawa ponco dari lokasi jatuhnya Heli belum juga tiba.dikarenakan cuaca yang buruk dan tim tidak membawa persediaan perbekalan maka diambil keputusan untuk kembali ke posko Induk.
Tragedi MI-2+ Call Sign P-5004 Polda Sumbar oleh P 211 RG
Melihat kenyataan yang terjadi dilapangan, kurangnya koordinasi dan sangat tertutupnya data dan Informasi mengenai lokasi dan sistem pencarian maka pada keesokan harinya, Sabtu (3/9) Tim Sar Mapala Proklamator memutuskan untuk kembali ke Sekretariat di Kampus Bung Hatta Padang.
Tragedi MI-2+ Call Sign P-5004 Polda Sumbar oleh P 211 RG
Tim SAR Brimob, Pol Airud TNI AD, Basarda padang, PT BA Ombilin dan instansi lain Berhasil mengevakuasi seluruh Korban Naas Helikopter milik Polda Sumbar pada hari Minggu (4/9) pukul 11.15 WIB. Kelima Jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara dan akan dikembalikan kepada pihak keluarga korban untuk selanjutnya dimakamkan. ***
Helikopter naas tersebut membawa 5 orang perwira terbaik dan satu orang Wartawan harian Singgalang. Mereka adalah, Ipda Asep Trihartono (24) selamat setelah mendobrak pintu Heli dan melompat keluar sebelum Heli akan jatuh, Direktur Reskrim, Kombes Pol Drs Harison Harmainy, Direktur Intelkam Kombes Pol Drs Bambang Irawan, Pilot Kompol Danny, Kasi Identifikasi Mapolda Sumbar, Akp Jurnalis Johor, anggota Reskrim Mapolda Sumbar, Bribda Welly Pramana, dan Wartawan harian Singgalang, Erman Tasrial tewas di lokasi kejadian. Ipda Asep sendiri diselamatkan penduduk setempat di anak tangga Tahura dengan kondisi kaki kanan patah dan mengalami masa kritis yang kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit M Djamil Padang untuk dilakukan perawatan intensif.
Tragedi MI-2+ Call Sign P-5004 Polda Sumbar oleh P 211 RG
Helikopter naas tersebut jatuh sekitar pukul 15.20 di bukit kecil di gunung Gadut yang berjarak 3,5 Km Horizontal dari jalan Panorama 2. Tim SAR yang dikoordinir oleh Organisasi SAR yang terbentuk dengan SC Kapolda Sumbar, SMC oleh Wakapolda Sumbar, dan OSC Sabar dari Kapoltabes Sumbar dan 13 SRU yang terdiri dari, SAR Tambang Batu bara Ombilin? Bukit Asam, Basarnas, Brimob, Pol Udara, Pol Airud, Mapala dan KPA, Rapi Sumbar dan Penduduk berhasil menemukan lokasi jatuhnya Heli pada hari jum'at pukul 4. 30 Wib. Lokasi jatuh nya Heli milik Polda Sumbar tersebut pertama kali ditemukan oleh tim Brimob Polda Sumbar setelah mendapatkan informasi dari TNI AU dan Ipda Asep, Co Pilot yang selamat dari tragedi tersebut.
Tragedi MI-2+ Call Sign P-5004 Polda Sumbar oleh P 211 RG
Tim SAR Mapala Proklamator sendiri baru tiba dilokasi pada tanggal 2 September 2005 pada pukul 5.30. Pada saat itu Evakuasi tengah dilakukan dengan menggunakan Helikopter dari TNI AU, yang akhirnya gagal dikarenakan cuaca yang buruk. Evakuasi korban pun terpaksa dilakukan melalui jalan darat, setelah melapor ke posko induk kami menghimpun data dan melakukan koordinasi dengan SMC. Hasil koordinasi tidak membuahkan hasil dikarenakan sangat tertutupnya informasi dari pihak Aparat ke instansi lain yang terkait, mereka menganggap SAR kali ini sangat Intern sampai-sampai ploting peta lokasi jatuhnya Heli tersebut di rahasiakan. Mestikah mereka merahasiakan misi penyelamatan yang berhubungan dengan kemanusiaan tersebut atau ada semacam rahasia yang tidak perlu diketahui oleh instansi lain yang terkait dalam struktur SAR? Semua itu terus menjadi pertanyaan kami. Lantas bagaimana sikap dari kelompok pecinta alam yang hanya diperbantukan bila pihak aparat membutuhkan? padahal mereka juga memahami apa dan bagaimana SAR tersebut dilakukan dilapangan, haruskah kita yang tergabung dalam organisasi mahasiswa pecinta alam dan kelompok? pecinta alam selalu dianggap tidak penting oleh Aparat di lapangan?
Tragedi MI-2+ Call Sign P-5004 Polda Sumbar oleh P 211 RG
Tim SAR Mapala Proklamator yang bergabung dengan Tim SAR PT BA Ombilin dan Sekber Pecinta Alam Sumbar sendiri sempat melakukan evakuasi korban pada jum'at malam pukul 21.13 Wib, itu pun setelah pihak aparat meminta bantuan, Tim tiba dilokasi penjemputan pada pukul 22.45, setelah beberapa jam menunggu tim akhirnya memutuskan kembali ke posko induk hal tersebut disebabkan karena komunikasi yang kurang dan informasi titik penjemputan yang diberikan tidak jelas padahal informasi dari pihak Aparat bahwa ponco tiba di lokasi penjemputan di bibir sungai tangga seribu tahura diperkirakan 2 jam paling lambat setelah kami tiba tetapi kenyataannya sampai pukul 13.30 Tim evakuasi yang membawa ponco dari lokasi jatuhnya Heli belum juga tiba.dikarenakan cuaca yang buruk dan tim tidak membawa persediaan perbekalan maka diambil keputusan untuk kembali ke posko Induk.
Tragedi MI-2+ Call Sign P-5004 Polda Sumbar oleh P 211 RG
Melihat kenyataan yang terjadi dilapangan, kurangnya koordinasi dan sangat tertutupnya data dan Informasi mengenai lokasi dan sistem pencarian maka pada keesokan harinya, Sabtu (3/9) Tim Sar Mapala Proklamator memutuskan untuk kembali ke Sekretariat di Kampus Bung Hatta Padang.
Tragedi MI-2+ Call Sign P-5004 Polda Sumbar oleh P 211 RG
Tim SAR Brimob, Pol Airud TNI AD, Basarda padang, PT BA Ombilin dan instansi lain Berhasil mengevakuasi seluruh Korban Naas Helikopter milik Polda Sumbar pada hari Minggu (4/9) pukul 11.15 WIB. Kelima Jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara dan akan dikembalikan kepada pihak keluarga korban untuk selanjutnya dimakamkan. ***
Tragedi MI-2+ Call Sign P-5004 Polda Sumbar oleh P 211 RG
Artikel Catatan Perjalanan Lain
| Menyelam, Membuat Rumah Ikan... oleh Indrawadi Jumat 22 Desember 2006 - 15:37:02 Al-Jum'a, 1 Dhul Hijja 1427 H - 15:37:02 |
|
| Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Penyesalan Tak Berguna oleh Idham P 171 TL Sabtu 16 Desember 2006 - 00:10:22 As-Sabt, 25 Dhul Qada 1427 H - 00:10:22 |
|
| Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Kita Kompak-Kompak Ajaa Boosss... oleh Idham P 171 TL Sabtu 16 Desember 2006 - 00:09:44 As-Sabt, 25 Dhul Qada 1427 H - 00:09:44 |
|
| Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Kamera pun di "Perkosa" oleh Idham P 171 TL Sabtu 16 Desember 2006 - 00:08:36 As-Sabt, 25 Dhul Qada 1427 H - 00:08:36 |
|
| Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Kita Kompak-Kompak Ajaaaa... oleh Idham P 171 TL Sabtu 16 Desember 2006 - 00:04:22 As-Sabt, 25 Dhul Qada 1427 H - 00:04:22 |
|
| Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi Rabu 29 Juni 2005 - 21:36:08 Al-Arba'a, 22 Jumada Al-Ula 1426 H - 21:36:08 |
|
| Menjelajahi Negeri Bawah Air Kota Padang oleh Indrawadi Rabu 29 Juni 2005 - 21:16:37 Al-Arba'a, 22 Jumada Al-Ula 1426 H - 21:16:37 |
|
| Gunung Talakmau (3.005 mdpl) oleh Gufron P 158 GP Sabtu 11 Juni 2005 - 21:37:14 As-Sabt, 4 Jumada Al-Ula 1426 H - 21:37:14 |
|
| Gunung Singgalang (2.877 mdpl) oleh Gufron P 158 GP Sabtu 11 Juni 2005 - 21:35:29 As-Sabt, 4 Jumada Al-Ula 1426 H - 21:35:29 |
|
| Sebuah Cerita Dari Pulau Buru oleh May Wellyansyah Jumat 29 April 2005 - 22:08:34 Al-Jum'a, 20 Rabi Al-Awwal 1426 H - 22:08:34 |




