Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas
| Abjad Pertama Judul Tulisan |
06 29 |
Al-Arba'a, 22 Jumada Al-Ula 1426 H - 21:36:08
oleh: Indrawadi |
Kelestarian terumbu karang di Indonesia sudah sangat terancam, akibat penangkapan ikan secara destruktif dan penggunaan racun. Padahal terumbu karang tersebut mempunyai nilai biologis dan ekonomis. Selain itu, ia adalah tempat berlindung, mencari makan dan sarang ikan dan yang sangat penting adalah sebagai pelindung pantai dan pesisir dari abrasi.
Tapi syukurlah, dimasa depan agaknya tidaklah kelewat buruk. Sebab berbagai kalangan kini gencar mencanangkan upaya penyelamatannya. Misalnya di perairan Sumatera Barat ada upaya untuk memulihkan dan merehabilitasinya dengan cara? membuat rumpon dan terumbu karang buatan dari ban bekas yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Perikanan Univ. Bung Hatta yang mengembangkan rekayasa teknologi penangkapan ikan.
Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi
Empat tahun silam atau sejak tahun 1995 hasil penelitian yang dilakukan Fakultas Perikanan Univ. Bung Hatta mengungkapkan bahwa 74% terumbu karang di kawasan perairan Sumatera Barat telah hancur lebur dan rusak parah. Sampai hari ini akibat dari kerusakan terumbu karang tersebut semakin terasa, ikan-ikan hias yang bermain di sela-sela karang makin menipis, ikan kerapu, kakap atau ikan ekonomis penting yang tempat hidupnya diterumbu karang semakin sulit didapatkan, mereka hampir punah akibat dari bom dan racun. “Akibatnya yang paling menderita adalah nelayan kita” seperti kata Ir. Yempita Efendi, MS koordinator peneliti terumbu karang Fakultas Perikanan UBH.
Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi
Agar nasib kaum nelayan jangan semakin menderita, sekaligus upaya untuk merehab terumbu karang yang sudah hancur-hancuran tersebut, belakangan tim dari Fakultas Perikanan UBH , LSM Minang Bahari bersama-sama dengan masyarakat Sei. Pisang mencoba membuat rumpon-rumpon dan terumbu karang buatan dari ban bekas. Saat ini di perairan sekitar gosong bada dan gosong bayang telah ditempatkan beberapa unit rumpon dan terumbu buatan dari ban bekas. Dengan cara tersebut, diharapkan biota laut akan menempel pada ban yang kelak akan menjadi karang, dalam jangka pendek ban-ban tersebut akan mejadi tempat persembunyian dan sarang ikan. Karena ikan bersarang disana, pada lokasi ini bisa dijadikan sebagai lokasi pemancingan, yang nantinya akan menguntungkan nelayan sekitar atau masyarakat pemanfaat sumberdaya kelautan lainnya.
Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi
Dalam uji coba rumpon-rumpon khas dari dari ban mobil bekas ini, di perairan kelurahan Sei. Pisang Kota Padang yang didampingi oleh LSM mitra COREMAP Minang Bahari yang personilnya adalah para alumnus Faperi UBH, bersama-sama dengan masyarakat pengguna mencoba merakit ban-ban bekas tersebut. Rumpon hasil rakitan tersebut ditempatkan pada lokasi-lokasi yang cocok menurut masyarakat nelayan setempat dan dilokasi mana mereka sering memancing . Saat penceburan rumpon-rumpon tersebut dibantu oleh penyelam-penyelam peneliti terumbu karang dari Fak. Perikanan UBH.
Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi
Sekarang disana telah terdapat empat belas (14) gunungan rakitan ban bekas pada kedalaman 15-25 meter. Tiap gunungan terdiri dari 242 buah bekas yang telah diberi dedaunan guna mempercepat proses pembusukan sebagai umpan ikan bersarang disana yang di ikat dengan tali. Disitulah nanti ikan dan biota-biota laut lainnya menempel dan lambat laun akan membentuk karang.
Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi
Dt Sas, tokoh masyarakat setempat mengatakan, selama ini nelayan tradisional mencari ikan pada laut dangkal yang berterumbu karang, di tempat yang terumbu karangnya masih bagus itulah ikan-ikan senang berkumpul. Inilah yang dijadikan tempat pencarian ikan (fishing ground) bagi nelayan. Akibat terusiknya apalagi rusak dan hancurnya terumbu karang ikan-ikan akan lari, tidak memiliki sarang lagi.
Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi
Kampanye
Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi
Pada sebuah seminar kelautan Ir. Yempita Efendi, MS juga mengatakan bahwa, pemantauan kita terhadap terumbu karang masih sangat kurang. “Karena mayoritas orientasi masyarakat kita masih ke darat dan sangat kurang familiar dengan masalah-masalah yang menyangkut kelautan.”
Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi
Kekurangan familiaran tersebut dapat dibuktikan dengan praktek-praktek penangkapan ikan dengan bahan peledak atau racun. Selain akan menyebabkan abrasi, juga akan terjadi proses pemiskinan terhadap mereka yang hidup dari laut dan pantai, karena terumbu karang adalah tempat hidup habitat ikan. Itu terjadi karena kita (mereka) belum atau tidak mengenal bahwa terumbu karang juga sebagai penyangga laut.Guna menanggulangi semakin kritisnya biota laut tersebut, saat ini kita baru mampu dalam tahap kampanye-kampanye. Tujuannya adalah untuk meningkatkan derajat pengetahuan dalam proses penyadaran masyarakat termasuk para pejabat-pejabat pengambil keputusan akan pentingnya menyelamatkan terumbu karang ini. Karena kalau sudah semakin rusak akan membutuhkan puluhan tahun untuk mengembalikan habitatnya seperti semula.
Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi
Pemutaran-pemutaran film terumbu karang, penyebaran leaflet dan poster-poster ajakan penyelamatan, pembuatan rumpon-rumpon dengan memakai ban-ban mobil bekas merupakan salah satu cara-cara untuk mengurangi proses pemiskinan masyarakat pesisir. Salah satu program pemerintah adalah dengan adanya program rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang (COREMAP). Program ini merupakan program penyelamatan eksosistim pesisir dan lautan yang merupakan pengelolaan berbasis masyarakt yang memerlukan koordinasi dan dukungan semua pihak.
Tapi syukurlah, dimasa depan agaknya tidaklah kelewat buruk. Sebab berbagai kalangan kini gencar mencanangkan upaya penyelamatannya. Misalnya di perairan Sumatera Barat ada upaya untuk memulihkan dan merehabilitasinya dengan cara? membuat rumpon dan terumbu karang buatan dari ban bekas yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Perikanan Univ. Bung Hatta yang mengembangkan rekayasa teknologi penangkapan ikan.
Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi
Empat tahun silam atau sejak tahun 1995 hasil penelitian yang dilakukan Fakultas Perikanan Univ. Bung Hatta mengungkapkan bahwa 74% terumbu karang di kawasan perairan Sumatera Barat telah hancur lebur dan rusak parah. Sampai hari ini akibat dari kerusakan terumbu karang tersebut semakin terasa, ikan-ikan hias yang bermain di sela-sela karang makin menipis, ikan kerapu, kakap atau ikan ekonomis penting yang tempat hidupnya diterumbu karang semakin sulit didapatkan, mereka hampir punah akibat dari bom dan racun. “Akibatnya yang paling menderita adalah nelayan kita” seperti kata Ir. Yempita Efendi, MS koordinator peneliti terumbu karang Fakultas Perikanan UBH.
Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi
Agar nasib kaum nelayan jangan semakin menderita, sekaligus upaya untuk merehab terumbu karang yang sudah hancur-hancuran tersebut, belakangan tim dari Fakultas Perikanan UBH , LSM Minang Bahari bersama-sama dengan masyarakat Sei. Pisang mencoba membuat rumpon-rumpon dan terumbu karang buatan dari ban bekas. Saat ini di perairan sekitar gosong bada dan gosong bayang telah ditempatkan beberapa unit rumpon dan terumbu buatan dari ban bekas. Dengan cara tersebut, diharapkan biota laut akan menempel pada ban yang kelak akan menjadi karang, dalam jangka pendek ban-ban tersebut akan mejadi tempat persembunyian dan sarang ikan. Karena ikan bersarang disana, pada lokasi ini bisa dijadikan sebagai lokasi pemancingan, yang nantinya akan menguntungkan nelayan sekitar atau masyarakat pemanfaat sumberdaya kelautan lainnya.
Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi
Dalam uji coba rumpon-rumpon khas dari dari ban mobil bekas ini, di perairan kelurahan Sei. Pisang Kota Padang yang didampingi oleh LSM mitra COREMAP Minang Bahari yang personilnya adalah para alumnus Faperi UBH, bersama-sama dengan masyarakat pengguna mencoba merakit ban-ban bekas tersebut. Rumpon hasil rakitan tersebut ditempatkan pada lokasi-lokasi yang cocok menurut masyarakat nelayan setempat dan dilokasi mana mereka sering memancing . Saat penceburan rumpon-rumpon tersebut dibantu oleh penyelam-penyelam peneliti terumbu karang dari Fak. Perikanan UBH.
Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi
Sekarang disana telah terdapat empat belas (14) gunungan rakitan ban bekas pada kedalaman 15-25 meter. Tiap gunungan terdiri dari 242 buah bekas yang telah diberi dedaunan guna mempercepat proses pembusukan sebagai umpan ikan bersarang disana yang di ikat dengan tali. Disitulah nanti ikan dan biota-biota laut lainnya menempel dan lambat laun akan membentuk karang.
Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi
Dt Sas, tokoh masyarakat setempat mengatakan, selama ini nelayan tradisional mencari ikan pada laut dangkal yang berterumbu karang, di tempat yang terumbu karangnya masih bagus itulah ikan-ikan senang berkumpul. Inilah yang dijadikan tempat pencarian ikan (fishing ground) bagi nelayan. Akibat terusiknya apalagi rusak dan hancurnya terumbu karang ikan-ikan akan lari, tidak memiliki sarang lagi.
Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi
Kampanye
Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi
Pada sebuah seminar kelautan Ir. Yempita Efendi, MS juga mengatakan bahwa, pemantauan kita terhadap terumbu karang masih sangat kurang. “Karena mayoritas orientasi masyarakat kita masih ke darat dan sangat kurang familiar dengan masalah-masalah yang menyangkut kelautan.”
Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi
Kekurangan familiaran tersebut dapat dibuktikan dengan praktek-praktek penangkapan ikan dengan bahan peledak atau racun. Selain akan menyebabkan abrasi, juga akan terjadi proses pemiskinan terhadap mereka yang hidup dari laut dan pantai, karena terumbu karang adalah tempat hidup habitat ikan. Itu terjadi karena kita (mereka) belum atau tidak mengenal bahwa terumbu karang juga sebagai penyangga laut.Guna menanggulangi semakin kritisnya biota laut tersebut, saat ini kita baru mampu dalam tahap kampanye-kampanye. Tujuannya adalah untuk meningkatkan derajat pengetahuan dalam proses penyadaran masyarakat termasuk para pejabat-pejabat pengambil keputusan akan pentingnya menyelamatkan terumbu karang ini. Karena kalau sudah semakin rusak akan membutuhkan puluhan tahun untuk mengembalikan habitatnya seperti semula.
Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi
Pemutaran-pemutaran film terumbu karang, penyebaran leaflet dan poster-poster ajakan penyelamatan, pembuatan rumpon-rumpon dengan memakai ban-ban mobil bekas merupakan salah satu cara-cara untuk mengurangi proses pemiskinan masyarakat pesisir. Salah satu program pemerintah adalah dengan adanya program rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang (COREMAP). Program ini merupakan program penyelamatan eksosistim pesisir dan lautan yang merupakan pengelolaan berbasis masyarakt yang memerlukan koordinasi dan dukungan semua pihak.
| Tentang Indrawadi |
| Indrawadi, S.Pi Pemerhati Kelautan Univ. Bung Hatta |
Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi
Artikel Catatan Perjalanan Lain
| Menyelam, Membuat Rumah Ikan... oleh Indrawadi Jumat 22 Desember 2006 - 15:37:02 Al-Jum'a, 1 Dhul Hijja 1427 H - 15:37:02 |
|
| Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Penyesalan Tak Berguna oleh Idham P 171 TL Sabtu 16 Desember 2006 - 00:10:22 As-Sabt, 25 Dhul Qada 1427 H - 00:10:22 |
|
| Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Kita Kompak-Kompak Ajaa Boosss... oleh Idham P 171 TL Sabtu 16 Desember 2006 - 00:09:44 As-Sabt, 25 Dhul Qada 1427 H - 00:09:44 |
|
| Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Kamera pun di "Perkosa" oleh Idham P 171 TL Sabtu 16 Desember 2006 - 00:08:36 As-Sabt, 25 Dhul Qada 1427 H - 00:08:36 |
|
| Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Kita Kompak-Kompak Ajaaaa... oleh Idham P 171 TL Sabtu 16 Desember 2006 - 00:04:22 As-Sabt, 25 Dhul Qada 1427 H - 00:04:22 |
|
| Tragedi MI-2+ Call Sign P-5004 Polda Sumbar oleh P 211 RG Minggu 11 September 2005 - 20:39:18 Al-Ahad, 7 Sha'ban 1426 H - 20:39:18 |
|
| Menjelajahi Negeri Bawah Air Kota Padang oleh Indrawadi Rabu 29 Juni 2005 - 21:16:37 Al-Arba'a, 22 Jumada Al-Ula 1426 H - 21:16:37 |
|
| Gunung Talakmau (3.005 mdpl) oleh Gufron P 158 GP Sabtu 11 Juni 2005 - 21:37:14 As-Sabt, 4 Jumada Al-Ula 1426 H - 21:37:14 |
|
| Gunung Singgalang (2.877 mdpl) oleh Gufron P 158 GP Sabtu 11 Juni 2005 - 21:35:29 As-Sabt, 4 Jumada Al-Ula 1426 H - 21:35:29 |
|
| Sebuah Cerita Dari Pulau Buru oleh May Wellyansyah Jumat 29 April 2005 - 22:08:34 Al-Jum'a, 20 Rabi Al-Awwal 1426 H - 22:08:34 |




