Menyelam, Membuat Rumah Ikan...
| Abjad Pertama Judul Tulisan |
12 22 |
Al-Jum'a, 1 Dhul Hijja 1427 H - 15:37:02
oleh: Indrawadi |
Banyak hal yang bisa dilakukan dalam kegiatan menyelam. Aktivitas yang sering dilakukan setiap menyelam biasanya melihat keindahan panorama bawah laut atau melihat ikan-ikan yang penuh dengan warna-warni. Ada juga monitoring atau pendapatan terumbu karang bagi para peneliti terumbu karang, dan masih banyak lagi. Kegiatan yang kami lakukan bukan lagi melihat hamparan terumbu karang yang menawan atau memonitor kondisi pertumbuhan terumbu karang, melainkan harus menyusun beton-beton di dalam air menjadi konstruksi seperti "piramid" atau biasa disebut dengan terumbu buatan.
Pada penyelaman pertama, tim kami memutuskan untuk melakukan orientasi (penyelam fun) dan menentukan titik lokasi pemasangan lebih dulu. Titik lokasi pemasangan (stasiun) ditentukan berdasarkan kondisi terumbu karang yang telah hancur atau rusak, di mana ikan-ikan sudah kehilangan rumah dan tempat mencari makan dan berdasarkan pada kondisi perairan yang datar (flat) dan tidak curam (slope). Kedua faktor tersebut cukup penting mengingat terumbu buatan ini dapat dikatakan sebagai pengganti rumah ikan yang telah hancur. Dasar perairan yang datar supaya beton-beton yang akan dipasang tidak mudah lepas antara satu dengan yang lainnya.
Pada lokasi ini masih ditemukan pulau beberapa koloni karang keras yang cukup bagus seperti karang meja (table coral), karang masif (massive coral), dan karang jamur (mushroom coral). Sedangkan ikan yang terlihat di lokasi antara lain ikan buntal (Arothron stellatus), ikan kerapu (Epinephelus sp), ikan "Moon Wrase' (Thalassoma lunare), dan segerombolan ikan ekor kuning (Caesio sp) Cuaca yang cerah sangat mendukung kami dalam melakukan aktivitas yang menantang ini.Tim kami dibagi menjadi dua tim kecil di mana masing-masing tim kecil terdiri dari empat diver (dua buddy). Hal ini dimaksudkan untuk lebih mengefektifkan tugas dan lebih menghemat tabung selam (tabung udara) yang kami bawa. Penulis sendiri termasuk dalam tim pertama bersama ketua tim dan 2 penyelam dari Diving Prokalamator Universitas Bung Hatta .
Tim pertama (empat diver) turun pada kedalaman 9-12 meter. Begitu sampai di dasar, beton pertama dengan ukuran 50 cm x 50 cm dan berat sekitar 50-60 kg diturunkan dari kapal dengan bantuan tali. Kami menjemputnya lalu menempatkannya pada tempat yang datar, sedangkan talinya tetap di ikatkan dengan tujuan sebagai rel penurunan beton-beton selanjutnya. Ada tigapuluh enam beton yang berukuran sama dan harus kami susun dalam tiga tingkat saling bersilangan.Menyusun 36 balok beton dengan ukuran dan berat yang sama untuk menjadi satu rangkaian "piramid" terumbu buatan, tidak semudah yang kami simulasikan pada waktu di darat. Ada beberapa hal yang membuat kami kesulitan dalam menyusun beton tersebut, seperti arus pada waktu kami menyelam, tidak semua beton yang diturunkan dari kapal jatuh pada titik yang sama, belum lagi faktor kejernihan air yang cukup mempengaruhi dalam penglihatan. Hal-hal itulah yang membuat kami harus mencari cara yang efektif dan efisien untuk membuat rumah ikan yang baru.
Aktivitas yang kami lakukan mirip dengan anggota pasukan khusus US Navy (sebuah cerita dalam film), yaitu harus merangkai peralatan di bawah air dan yang kami rangkai adalah beton-beton yang beratnya melebihi dari berat badan kami. Di saat kami sedang asyik-asyiknya menyusun beton-beton tersebut, rupanya jarum indikator tekanan udara dalam tabung (pressure gauge) yang berada pada selang regulator telah menunjukkan posisi 500 Psi, berarti tim pertama harus naik ke permukaan. Sebelum naik ke permukaan, fins kembali kami gunakan untuk naik pelan-pelan dan melakukan deko stop. Deko stop bertujuan untuk membuang gas-gas udara dalam tubuh, di mana pada kedalaman tertentu bersifat lembam atau inert, dengan cara berdiam diri pada kedalaman dekat permukaan (biasanya lima meter dan tiga meter) tanpa beraktivitas apa-apa selama waktu tertentu (kurang lebih lima menit, tergantung lama dan kedalaman waktu menyelam). Setelah deko stop selesai baru muncul ke permukaan dan bergantian dengan tim kedua. Pada kedalaman ini kami berhasil menyusun sekitar 4 "piramid", berarti 4 rumah baru untuk ikan sudah kami susun. Yang paling seru pada penyelaman adalah penyusunan "puncak" atau bagian paling atas terumbu buatan. Untuk menghemat tenaga, beton yang lumayan berat ini harus kami angkat bertiga sekaligus, satu penyelam lagi beraksi dengan camera digital underwaternya mengabadikan proses penyusunan balok-balok beton tersebut, dan akhirnya tersusunlah 4 rumah baru untuk ikan seperti susunan piramid di bawah air.Rasanya lelah yang sebelumnya ada menjadi sirna di saat kami melihat kembali susunan terumbu buatan yang telah kami susun (4 piramid di kedalaman 10-12 meter ). Kemudian kami sempatkan untuk mengabadikan semua tim di antara terumbu buatan tersebut. Kebanggaan kami semoga tidak melupakan nilai-nilai konservasi yang telah terbentuk, justru semakin mendekatkan diri untuk lebih mengenal dan mencintai laut terutama ekosistem terumbu karang yang kondisinya sangat memprihatinkan saat ini.
Jam 16.00 WIB, Setelah berphoto ria didasar perairan, kami harus naik ke kapal dan untuk segera mem packing semua peralatan untuk berkemas kembali ke Padang. Begitu meninggalkan Pulau Tangah, sejenak kami melewati lokasi terumbu buatan tersebut. Timbul satu pertanyaan pada benak kami, "Akankah beton yang telah kami susun itu menjadi 'rumah ikan' yang baru?" Jawabnya, "Kita lihat saja nanti...!"| Tentang Indrawadi |
| Indrawadi,S.Pi Pembina UKM Diving Proklamator Universitas Bung Hatta Saat ini bekerja sebagai Kabag Humas Universitas Bung Hatta |
sebelumnya « 1 2
Artikel Catatan Perjalanan Lain
| Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Penyesalan Tak Berguna oleh Idham P 171 TL Sabtu 16 Desember 2006 - 00:10:22 As-Sabt, 25 Dhul Qada 1427 H - 00:10:22 |
|
| Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Kita Kompak-Kompak Ajaa Boosss... oleh Idham P 171 TL Sabtu 16 Desember 2006 - 00:09:44 As-Sabt, 25 Dhul Qada 1427 H - 00:09:44 |
|
| Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Kamera pun di "Perkosa" oleh Idham P 171 TL Sabtu 16 Desember 2006 - 00:08:36 As-Sabt, 25 Dhul Qada 1427 H - 00:08:36 |
|
| Semalam di hutan Bukit Sigiriak: Kita Kompak-Kompak Ajaaaa... oleh Idham P 171 TL Sabtu 16 Desember 2006 - 00:04:22 As-Sabt, 25 Dhul Qada 1427 H - 00:04:22 |
|
| Tragedi MI-2+ Call Sign P-5004 Polda Sumbar oleh P 211 RG Minggu 11 September 2005 - 20:39:18 Al-Ahad, 7 Sha'ban 1426 H - 20:39:18 |
|
| Upaya Rehabilitasi Terumbu Karang Dengan Ban Bekas oleh Indrawadi Rabu 29 Juni 2005 - 21:36:08 Al-Arba'a, 22 Jumada Al-Ula 1426 H - 21:36:08 |
|
| Menjelajahi Negeri Bawah Air Kota Padang oleh Indrawadi Rabu 29 Juni 2005 - 21:16:37 Al-Arba'a, 22 Jumada Al-Ula 1426 H - 21:16:37 |
|
| Gunung Talakmau (3.005 mdpl) oleh Gufron P 158 GP Sabtu 11 Juni 2005 - 21:37:14 As-Sabt, 4 Jumada Al-Ula 1426 H - 21:37:14 |
|
| Gunung Singgalang (2.877 mdpl) oleh Gufron P 158 GP Sabtu 11 Juni 2005 - 21:35:29 As-Sabt, 4 Jumada Al-Ula 1426 H - 21:35:29 |
|
| Sebuah Cerita Dari Pulau Buru oleh May Wellyansyah Jumat 29 April 2005 - 22:08:34 Al-Jum'a, 20 Rabi Al-Awwal 1426 H - 22:08:34 |




